Tinggalkan komentar

Burung Cici

.Adalah Burung Cici.

Lama aku menantimu.

Pernah aku mencari, namun justru aku yg hilang.

Hilang di sederetan kata2 statusmu.

Pernah pula aku berusaha keras menahan utk tidak mencari,

Ah…kamu akan tetap ada.

Namun entah di mana.

Kamu adalah si Burung Cici, yg pernah kukejar, hingga jumpalitan aku lompati dahan2 pohon kluwih.

Yang mendiamkan rintik hujan basah di ujung jari jemari.

Aku rindu.

Tiap pagi mentari kuhadang utk sekedar kutitipkan surat cinta ini. Meski-

Hanya ada bianglala, di antara sinarnya di sela daun2 pisang.

Adalah Burung Cici…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: