3 Komentar

Aku sdg belajar menjamu tamu

Tamu pertama yang mengetuk jendela samping rumah, pernah dengan sengaja meninggalkan bisikan ttg suatu kemungkinan.

Sulit untuk mengulang suara ketukan itu; mungkin agar aku tidak banyak bertanya; dan belajar dengan bijak mengikhlaskan senyum, belajar penuh cinta kepada para tamu yang kubela seperti kekasih.

Kami berdiskusi di undakan lantai teras rumah; di tingkatan rata-rata pikiran kami yang menerawang dan namun tetap dalam kerendahan hati.Ā 

“Rumah ini bukan milikku, aku harus santun memandang setiap sudutnya” sang tamu meninggalkan catatan, bahkan lebih dari seribu kalimat juga sebaris do’a.

Sebelum senja…. aku peluk erat punggungnya, agar mata kami tidak saling membaca isi hati. Aku antar hingga ujung batas halaman, tak ada kata pamit, karena kami saling mengerti “warna” rumah kami masing-masing.Ā 

Balikpapan – hujan 2013

Iklan

3 comments on “Aku sdg belajar menjamu tamu

  1. Rangkaian kata-katamu kok indah ya. Kereen…

    šŸ™‚ Salam dari Mataram, Lombok

    “Mochammad”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: