1 Komentar

Saat semua pernah jatuh dan hilang, sebenarnya bisa kita perbaiki kembali; diri kita.

Saat semua pernah jatuh dan hilang, sebenarnya bisa kita perbaiki kembali; diri kita.

Aku raih angin, bukan kosong. Siang yang gemilang. Malam yang tenang.
Paginya aku bangun; aku langsung ingat jalanan setapak pinggir kebun singkong, masih basah, kakiku basah dan sedikit berlumpur, aku lirik 2 bekicot bergerak pelan di batang pisang raja.
Hampir 100 meter aku susuri pinggiran ini; surat itu muncul di depan rumpun bambu. huruf-hurufnya terukir di tiap batangnya, hijau kemilau tiap ruasnya.
Ini adalah surat yang pernah hilang itu. Dia terbang dan terjepit di antara ruas bambu.
Aku merasa semua kalimat itu akan menjadi anyaman… akan yang tersisa hanya gemeratkk suara bambu dan kerosak dedaunanya.
Surat itu tak mungkin kutulis ulang, dia terkurung dalam bambu-bambu yang tertancap hingga dasar bumi.
hmm…aku tinggalkan rumpun bambu, gemericik kali sisi sawah mengajakku bercermin.
“aku tak akan kembali….”

Iklan

One comment on “Saat semua pernah jatuh dan hilang, sebenarnya bisa kita perbaiki kembali; diri kita.

  1. hahaha…
    jangan kembali Kang !! apalg tanpa oleh2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: