1 Komentar

Sapardi Djoko Damono, aku belum pernah jumpa anda; aku bacakan puisimu untukmu juga aku.

Sihir Hujan

Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan
— swaranya bisa dibeda-bedakan;
kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela.
Meskipun sudah kau matikan lampu.

Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan
– – menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh
waktu menangkap wahyu yang harus kaurahasiakan.

Iklan

One comment on “Sapardi Djoko Damono, aku belum pernah jumpa anda; aku bacakan puisimu untukmu juga aku.

  1. Salam Hormatku untuk Pak Sapardi Djoko Damono
    Puisi bapak di atas seakan nafas yang terus saja berpikir tentang penciptaan,
    menghunjam jauh mengingatkan bathin agar tenang.

    Diam-diam aku mendatangi nasehat-nasehat itu,
    yang merona menimbulkan cinta.

    Diam-diam aku mencari keberadaan kalimat itu.
    Diam-diam aku ingin menuliskan surat, membalas puisi-puisi ini.
    Diam-diam aku.

    ingin menemui seseorang yang tak mengenaliku.
    bpn 19-10-2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: