3 Komentar

Sendirian, wanita itu menangis di dalam angkot

Sore itu masih gerimis, mereka saling meninggalkan pesan sebelum meninggalkan kantor; merayap sisa semangat juga tenaga usai seharian kerja. Senyum juga lirik matanya masih tajam menembus air hujan, berbinar sejuta bulir-bulir, meresap dalam “tanah bathin” para kenangan. Wanita ini adalah langkah-langkah catatan harian yang terkunci.
Dia adalah yang terdalam, namun tertinggal jauh di pelataran perkebunan jambu, masuk dalam cermin milyaran rintik hujan.
Entah berpikir kemana, saat angkot mulai bergerak, wajah yg basah itu tertunduk mengalunkan lagu begitu pelan; memandangi jalanan aspal basah yang tertinggal di belakang dan menjauh dalam hempasan angin dedaunan pohon asam.
“All by My self” mengalunkan air mata dari sudut mata bidadari ini, nada dan syair itu seakan dirinya- yang memaksa seharian menghabiskan energi agar mampu bertahan; bathin yang tabah; pipi yang basah.
Semakin dingin angin melewati sela-sela jendela geser; kakinya menekan pelan, seakan menguatkan pijakan nafas yang tersengal.
Rindu ini terbang tak mampu mengepak karena basah, ia kembali ke dalam dada, ia kembali dalam ruangan sunyi sedari pagi buta.

Hanya selintas aku mampu pandangi, dari kaca yang berembun harapan; dari dinginnya jalanan senja.
Sendirian, wanita itu menangis di dalam angkot.

#Bandung, tanggal itu, tahun itu.

Iklan

3 comments on “Sendirian, wanita itu menangis di dalam angkot

  1. Wanita itu bekel tisue ga ya…kayanya kaga deh om
    Kebayang ingusnya kemana-mana yah….:)

  2. hahaa…itu ingus.
    berhamburan di tempat duduk jok belakang.

  3. Nemu tulisan ini tadi om,

    Semakin menarik nafas, semakin keluar air mata…
    Mudah-mudahan diluar hujan deras
    Jadi bisa menangis lebih keras
    Bersaing dengan air hujan

    …Saat hujan, air mata tidak perlu dihapus, karena airnya melukis;
    Seperti permukaan cermin
    …Saat hujan, ijinkan bercermin saat menangis karena air dan cermin ingin saling membuktikan lebih bening

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: