2 Komentar

meninggalkan perkotaan

di sini ada cinta dengan semilir anginDengan sederhana aku menjelajahi Kabupaten sederhana ini, warga yang ramah tak melewatkan senyuman sepanjang kelok dan tanjakan sermo.
Sekali menghirup udara di pinggiran hutan minyak kayu putih seakan ada cinta seribu tahun yang lalu, haha…dejavu atau khayalan entah apa, mungkin inilah sebenarnya expresi dari bersih atau kotornya bathin kita.
okay.. perempatan hutan aku berhenti di antara pilihan mana harus aku lalui.
aku pilih jalur yang harus ada aliran air di sana, agar pikiran ini makin jernih melihat sekitar.
inilah waduk konstruksi manusia…
sungguh indah dengan milyaran kubik air yang ada, lingkaran jalanan aspal begitu mempesona di pinggiran kumpulan pohon bambu dan cemara.

Iklan

2 comments on “meninggalkan perkotaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: