Tinggalkan komentar

Datangi Tuhanmu tanpa perlu orang lain tahu*

Usai Lebaran tahun ini , ga sempat ikut kebiasaan di lebaran ketupat dengan Lupis sebesar drum atau bahkan lebih.
Biasanya aku bersama teman mendatangi daerah itu untuk sekedar mampir dan masuk ke rumah siapa saja, padahal ga kenal.
hehe…inilah uniknya, syawalan di sini masyarakat menerima siapa saja tamu meski belum kenal, dengan jamuan seadanya ( apapun yang ada )…. kami mendatangi nikmat Tuhan kami…menyeberangi sungai “gelap” dengan tali melintang di antara daratan, bersenggolan dengan sepeda bahkan motor, haha…atau beberapa gadis kota santri…
hmmm…kami mendatangi Tuhan kami dengan saling menyapa dan senyum dalam nikmat Nya.
adalah langkah-langkah kami yang memuat ukiran keras di betis, bersama debu kehidupan dan kebiasaan masyarakat.
ada pula yang dengan diam-diam mendatangi Tuhanya dengan menyendiri di ujung sisi Masjid Jami’….
engkau akan merasa di dahului meski masih selalu ada tempat di luar sajadah; maka bersegeralah agar engkau tenang dengan jawaban tanpa kata-kata itu.
Matahari akan makin meninggi dan memukul-mukul ujung pikirmu, pulang… atau tetap pelan menyeret langkah.

-percayalah aku tidak tahu bila ternyata engkau telah menemui Tuhanmu; engkau yang akan memenuhi bekal bahkan mengelap bingkai itu.
sampai jumpa masa itu-
rinduku untuk semua sudut ruangan itu-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: