2 Komentar

Tebu

Sedari kecil aku suka banget dgn pohon ini, di kebun ( milik org maksudnya he he ); maaf, kadang aku ambil sebatang hanya ingin merasakan sensasi serabut yang manis, seraya duduk di bawah pohon Lamtoro atau lari dulu sambil ketakutan ha ha ha…

tapi itu dulu, saat masa kami bermain bola, hanya memakai celana pendek tanpa baju seharian, dengan celana tanpa kancing, kami ikat tuh celana dengan serat kering batang pisang… mirip lumpia ha ha ha….

Tebu mengisyaratkan kekokohan yang begitu kompak, mereka akan dahsyat rasanya jika hidup sepanjang tahun di antara panas sinar matahari. suara berisik daun-daun keringnya seakan menyayat masa-masa silam yang merindu untuk diperbaiki. pinggiran daunnya menyisakan baretan luka yang perih hampir di seluruh badan yang tanpa busana…, seakan hukuman awal dari kenakalan kami di masa kanak-kanak. Luka yang membangun kesadaran kami untuk memahami tentang hidup, tentang cinta, tentang manis yang harus diperjuangkan, tentang kenangan yang kita tata dalam pigura rasa.

Tebu, kerasnya batang bukan berarti menyimpulkan isi dan jiwa yang keras berkarang; dia mampu meneteskan aroma singgah yang nyaman dalam dahaga, jalan nafas para bidadari khayalan. hmmm….masa kami adalah hidup yang sederhana, menciptakan para pemuda yang biasa-biasa saja, namun berkarakter, mendominasi dalam diskusi ke dalam jiwa kepada sang Khalik.

Adalah Tebu, bau gula alam yang menyesakkan rasa kangenku pada kamu yang entah di mana. rasa kasih yang belum mampu dijabarkan hingga hitungan waktu. seperti senyum kamu di sepanjang pabrik tebu. senyum yang hilang, entah di mana.

Iklan

2 comments on “Tebu

  1. senyumnya lagi nunggu dipintu surga. :). Ga pergi kemana mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: