Tinggalkan komentar

rindu hujan january

Di antara hutan jambu, petir itu menjebak dalam bathin.

Rindunya mencubit pinggang batang-batang langit.

Mengajak pulang bahkan berharap penuh biru, kelabu yang merdu.

Diantara rintik para mutiara yang melenggok oleh hantaman angin; merdu bersiul menampar dedaunan, rindu.

Ia mengajak duduk memeluk waktu, karena debunya lenyap petang pagi oleh basah, rindu.

 

Rindu itu itu hujan yang dingin, sunyi melambai diseberang dermaga.

Rindu menjadi pembicaraan burung-burung cici yang menyelinap hilang di selimut hati; rindu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: