Tinggalkan komentar

Bulan ini; desember 1994

Diam selalu diam, menghindar dari tatapan matahari, tapi aku tahu riaknya menjelajah hingga ujung suasana yg banyak kawan tak mampu memahami.
Dia melirik dan hanya mampu melirik.
Jalanan itu menjadi teras rumah saat aku memandangnya.
Cici namanya.
Seperti burung Cici atau manyar, bergelantungan begitu indah di pohon randu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: