Tinggalkan komentar

maafkanlah

Kali ini aku kembali di coba Sang Pemilik; hatiku dibolak-balik; betapa ringan saat semua itu dapat kulalui; betapa berat saat semua itu belum juga mendapat keputusan-Nya.

Sudah kumulai dari semua penyadaran, namun makin sulit kala harus berteori; makin terpojok kala harus segera mengambil sikap; karena aku menunggu keputusan-Nya. Aku merasa terus saja salah, mencoba menengok, makin saja salah; aku tak mampu memutuskan.

Di situasi ini aku lemah, benar-benar tak berdaya. Benar, ini adalah selalu urusan dan permasalahan tentang manusia, awalnya aku kuat, merasa sanggup, ternyata gagal.

Tuhan masih saja memandangiku, namun belum memberikan keputusan. Padahal taun ini aku harus mengambil sikap ya lakukan atau diam dan melupakan semuanya, berlari dan tak perlu menengok kembali.

Aku sudah mencoba terbang jauh, namun tetap saja kembali, mungkin artinya aku harus tetap berlari dan tak perlu menengok kembali.

Tuhan mempertemukan, kenapa harus ada siksaan, padahal Dia sudah tahu bahwa aku tak akan sanggup bijaksana tau melebur jauh dari harapan beberapa orang. Tenaga dan air mata tak mampu menyelesaikan semua ini, aku percaya hanya Engkau yang Maha Menyelesaikan.

Aku mencoba dan menunggu, meski pernah gagal; tetap aku akan mencoba dan menunggu.

Tuhan, jangan lagi Kau biarkan aku menentukan sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: